PORTALBENGKULU.ID - Suasana di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendadak riuh dengan perbincangan mengenai kebijakan internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) wilayah setempat. Tepat pada Senin, 18 Mei 2026, sebuah keputusan besar diambil oleh organisasi tersebut dengan memberhentikan sejumlah staf senior.

Langkah yang disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi ini justru memicu polemik di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan para pegawai yang diberhentikan telah memberikan dedikasi mereka selama belasan hingga puluhan tahun, dilansir dari INFOTREN.ID.

Sebanyak empat orang staf secara resmi harus melepaskan posisi mereka di lembaga olahraga tersebut. Mereka adalah Maria Goreti Kara, Suyani Sinlae, Yasinta Sanggu Doa, dan David Hadjoh yang selama ini menjadi bagian dari operasional harian KONI NTT.

Maria Goreti Kara merupakan sosok yang paling lama mengabdi, yakni selama 22 tahun sebagai staf pembantu bendahara. Sementara itu, Suyani Sinlae telah mendedikasikan 15 tahun waktunya di bidang administrasi dan organisasi.

Dua nama lainnya adalah Yasinta Sanggu Doa yang telah bekerja selama 14 tahun, serta David Hadjoh yang bertugas sebagai staf kebersihan selama 5 tahun. Keempatnya merasa terkejut dengan keputusan yang dinilai datang secara tiba-tiba tersebut.

"Kami merasa keberatan atas proses pemecatan ini karena dilakukan secara sepihak tanpa adanya alasan yang jelas bagi kami semua," ujar Maria Goreti Kara.

Para staf senior ini mempertanyakan motif di balik kebijakan tersebut, mengingat masa pengabdian mereka yang sudah sangat panjang. Mereka merasa bahwa kontribusi yang telah diberikan selama ini seolah tidak menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

"Proses pemberhentian ini terasa sangat mendadak setelah sekian lama kami mengabdi di organisasi ini," kata Suyani Sinlae.

Hingga saat ini, situasi di internal KONI NTT masih menjadi sorotan publik di Kupang. Kejelasan mengenai prosedur dan latar belakang pemberhentian tersebut diharapkan dapat segera terungkap demi menjaga kondusivitas organisasi.