PORTALBENGKULU.ID - Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan beberapa kunjungan luar negeri yang telah menimbulkan pertanyaan tentang tujuan dan hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut. Namun, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut hanya bersifat seremonial.
"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," kata Teddy Indra Wijaya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan upaya-upaya yang nyata untuk meningkatkan kepentingan Indonesia di kancah internasional.
Dilansir dari Detikcom, diplomat aktif tersebut diklaim menghasilkan capaian konkret bagi Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir. Salah satu contoh keberhasilan ini adalah keanggotaan Indonesia dalam BRICS, yang membantu menjaga stabilitas pangan dan energi nasional di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.
"Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situation negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," ujar Teddy Indra Wijaya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil mengelola sumber daya dengan baik dan memastikan kestabilan ekonomi.
Selain keanggotaan BRICS, kesepakatan perdagangan tarif 0 persen dengan 25 negara Uni Eropa juga berhasil diselesaikan setelah diupayakan selama belasan tahun dan baru tercapai pada tahun 2025 lalu. "Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," ujar Teddy Indra Wijaya.
Capaian ekonomi lainnya mencakup realisasi investasi senilai Rp2.430 triliun berdasarkan data BKPM, ditambah komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun dari kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan investasi dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi.
Penguatan juga terjadi pada sektor pertahanan melalui kerja sama alutsista dengan Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan negara Eropa, serta kelancaran ibadah haji yang ditunjang fasilitas khusus. "Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," ujar Teddy Indra Wijaya.
Di panggung internasional, peran aktif diwujudkan melalui pengiriman bantuan logistik udara, kapal rumah sakit, serta pemberian beasiswa bagi sekitar 100 anak-anak Palestina di universitas Indonesia. "Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," ujar Teddy Indra Wijaya.
Upaya kemanusiaan tersebut berjalan beriringan dengan keberhasilan memulangkan seorang warga negara Indonesia yang sempat ditahan oleh otoritas Israel di laut bebas melalui jalur diplomasi. "Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya," lanjut Teddy Indra Wijaya.