PORTALBENGKULU.ID - Film The Devil Wears Prada 2 resmi menghiasi layar bioskop pada Mei 2026 dengan membawa kembali jajaran pemeran orisinalnya. Sekuel ini mengangkat narasi sentral mengenai perjuangan industri media cetak dalam mempertahankan eksistensi di tengah gempuran konten digital yang masif.

Proyek layar lebar ini kembali mempertemukan produser Wendy Finerman, sutradara David Frankel, serta penulis skenario Aline Brosh McKenna. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas estetika dan kedalaman cerita yang telah menjadi legenda selama dua dekade terakhir.

Dalam kisah terbaru ini, Andy Sachs telah bertransformasi menjadi jurnalis investigasi berprestasi yang kembali bekerja sama dengan Miranda Priestly di majalah Runway. Mereka harus menghadapi tekanan dari konsultan manajemen yang lebih memprioritaskan jumlah klik dibandingkan kualitas konten tulisan.

Selain konflik internal media, Andy juga harus bersaing dengan Emily Charlton yang kini telah menduduki posisi tinggi di industri mode mewah. Persaingan ini menambah dinamika profesional yang kompleks di tengah perubahan tren komunikasi global.

Estetika visual film ini kini dipercayakan kepada perancang kostum Molly Rogers yang mengambil alih peran dari Patricia Field. Rogers berupaya menciptakan benang merah visual antara film pertama dan sekuelnya melalui pemilihan busana yang ikonik bagi para karakter.

"Saya sangat membutuhkan sweater berwarna cerulean tersebut untuk dihadirkan kembali dalam film ini," ujar Molly Rogers selaku Desainer Kostum.

Rogers juga mengungkapkan tantangan dalam mencari aksesori lama, termasuk cincin milik karakter Nigel yang terpaksa dibuat ulang oleh ahli properti. Hal ini dikarenakan perhiasan asli dari produksi film pertama tidak ditemukan dalam arsip resmi studio.

"Awalnya saya mengira Stanley Tucci menyimpan cincin itu sebagai kenang-kenangan, namun ia membantahnya sehingga saya mempercayai ucapannya," kata Molly Rogers.

Aktris senior Meryl Streep tetap menunjukkan dedikasinya dengan terlibat aktif dalam menentukan detail busana karakter Miranda Priestly. Salah satu momen krusial adalah ketika ia memberikan saran mengenai penggunaan sepatu rendah untuk dipadukan dengan gaun kustom Balenciaga.