PORTALBENGKULU.ID - Sore hari yang tenang di kawasan padat penduduk Gandamekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, seketika berubah mencekam pada Minggu (31/5/2026). Kobaran api besar mendadak membumbung tinggi dari sebuah gudang penyimpanan limbah tekstil di wilayah tersebut.
Amukan si jago merah dengan cepat merembet ke bangunan sekitar hingga menghanguskan sedikitnya tujuh unit rumah tinggal warga. Insiden kebakaran hebat ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan penduduk setempat yang berhamburan menyelamatkan diri, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"(Sebanyak) 7 rumah (kebakaran)," ujar Binmaspol Gandamekar, Aiptu Giri saat mengonfirmasi dampak kerusakan material akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, kobaran api pertama kali terdeteksi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari warga segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna menjinakkan api.
"(Sebanyak) 10 unit damkar (dikerahkan)," tutur Giri menjelaskan upaya pemadaman yang dilakukan secara intensif di lapangan.
Beruntung, kesigapan petugas dan warga di lokasi kejadian berhasil meminimalkan dampak terburuk dari bencana ini. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat tersebut.
Di tengah kepanikan tersebut, Salamun, seorang pemilik warung Tegal (warteg) berusia 65 tahun yang berlokasi dekat tempat kejadian, harus berjuang menyelamatkan usahanya. Ia terpaksa menghentikan aktivitas warungnya seketika demi keselamatan para pelanggan.
"Saya suruh bubar. Ada yang mau makan, saya bilang nggak bisa dulu," kata Salamun menceritakan situasi darurat saat api mulai mendekati areanya.
Pria paruh baya ini menjelaskan bahwa api awalnya bersumber dari gudang limbah lawon sekitar pukul 17.30 WIB. Api kemudian membesar dengan sangat cepat setelah waktu magrib, hingga memaksa petugas memadamkan aliran listrik di sekitar lokasi demi keamanan.