PORTALBENGKULU.ID - Klub raksasa Italia, AC Milan, tengah menghadapi fase krusial setelah dipastikan gagal menembus posisi empat besar Serie A musim ini. Langkah cepat pun diambil oleh pihak manajemen sebagai solusi praktis untuk membenahi performa tim yang merosot tajam.

Kegagalan ini dipicu oleh kekalahan tipis 1-2 dari Cagliari di laga pamungkas yang berlangsung di kandang sendiri. Hasil buruk tersebut membuat Rossoneri tertahan di peringkat kelima klasemen akhir dengan raihan 79 poin, dilansir dari Detikcom.

Selisih satu poin dari Como yang berada di posisi keempat membuat AC Milan harus merelakan tiket berharga menuju Liga Champions. Kegagalan ini melengkapi catatan negatif musim ini setelah mereka tertinggal dari Inter Milan di Serie A dan gugur lebih awal di Coppa Italia.

Sebagai langkah pembenahan, pemilik klub, RedBird Capital, langsung mengambil tindakan tegas dengan melakukan perombakan besar-besaran. Manajemen memutuskan untuk memberhentikan Massimiliano Allegri dari kursi pelatih kepala serta memecat sejumlah petinggi klub lainnya.

Nama-nama besar seperti Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada turut dibebastugaskan dari jabatan mereka. Langkah ini diambil karena jajaran direksi dinilai tidak mampu memenuhi target kompetitif yang telah dicanangkan sejak awal musim.

Di tengah situasi transisi ini, CEO RedBird Gary Cardinale menunjuk Zlatan Ibrahimovic sebagai sosok kunci untuk memimpin operasional klub sementara waktu. Mantan penyerang legendaris tersebut kini memikul tanggung jawab besar untuk mencari pelatih baru dan menyusun ulang struktur manajemen.

Ibrahimovic dan Cardinale dilaporkan langsung menggelar pertemuan tertutup di sebuah hotel sesaat setelah pemecatan pelatih diumumkan. Pertemuan strategis ini difokuskan untuk merumuskan langkah-langkah taktis jangka pendek demi menyelamatkan masa depan klub.

Namun, kebijakan penunjukan Ibrahimovic ini memicu gelombang protes dari kelompok suporter garis keras, Ultras Milan. Mereka menilai pria asal Swedia tersebut turut bertanggung jawab atas kegagalan tim karena terlalu mencampuri urusan transfer dan taktik.

"Tidak ada yang boleh bertahan: Keluarkan Ibra sekarang juga," tuntut kelompok suporter Ultras Milan melalui spanduk raksasa yang dibentangkan di depan kantor pusat Casa Milan, dilansir dari Football Italia.