PORTALBENGKULU.ID - Menjaga kebugaran di tengah kesibukan masyarakat urban kini memerlukan solusi praktis yang efisien namun berdampak besar. Salah satu metode yang kian diminati adalah olahraga pilates, yang terbukti mampu mendongkrak performa fisik sekaligus menjaga kesehatan mental.

Bagi para olahragawan, latihan ini menjadi metode pengkondisian tubuh silang atau cross-training yang sangat krusial. Fokus utamanya terletak pada penguatan otot inti, peningkatan kelenturan, serta menjaga keseimbangan tubuh secara optimal.

Sejumlah atlet profesional dunia bahkan telah mengintegrasikan pilates ke dalam program latihan rutin mereka guna meminimalkan risiko cedera. Bintang sepak bola seperti Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah secara konsisten menjalankan latihan ini untuk mempercepat pemulihan fisik, dilansir dari Detik Sport.

Tidak hanya bagi atlet, masyarakat urban di Indonesia kini mengadopsi pilates sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mengatasi stres. Aktivitas yang dilakukan secara teratur ini membantu pelakunya menjadi lebih rileks dan fokus di tengah dinamika perkotaan yang serbacepat.

Manfaat pilates juga didukung oleh penelitian ilmiah yang mengukur dampak kognitif jangka panjang dari olahraga ini. Sebuah uji klinis dalam International Journal of Environmental Research and Public Health mengungkapkan bahwa program pilates selama 12 minggu mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan fungsi eksekutif pada perempuan lanjut usia.

Melihat tren yang terus berkembang ini, studio pilates modern mulai menjamur di Jakarta, salah satunya adalah Vaura Menteng di Jakarta Pusat. Studio yang berasal dari Australia ini menawarkan konsep latihan athletic reformer selama 50 menit dengan paduan pencahayaan khusus dan musik dinamis.

"Penelitian membuktikan latihan tradisional memberikan dampak positif yang signifikan bagi lansia. Oleh karena itu, pendekatan atletis berenergi tinggi dari Vaura dirancang khusus untuk membangkitkan energi generasi produktif," ungkap Adriana C. Ardy selaku Founder Vaura Menteng.

"Di studio kami, setiap gerakan tidak hanya melatih fisik secara konvensional. Kami melibatkan aspek sensorial melalui ritme dan intensitas yang mencapai level neurosomatik baru," sambung Adriana C. Ardy.

"Kami sangat antusias membawa pengalaman olahraga yang mengombinasikan gerakan, musik, dan atmosfer elektrik ini ke Jakarta. Konsep ini akan membantu setiap individu merasa lebih kuat serta terhubung dengan komunitasnya," pungkas Adriana C. Ardy.