PORTALBENGKULU.ID - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) secara resmi menetapkan alokasi dividen final sebesar US$ 197,5 juta untuk para pemegang sahamnya. Langkah strategis ini dilakukan setelah perusahaan melewati batas akhir periode cum dividen pada Senin, 27 April 2026.

Dana segar tersebut akan segera disalurkan kepada para investor yang namanya tercatat secara resmi dalam daftar pemegang saham. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, batas akhir pendaftaran atau recording date jatuh pada 29 April 2026 mendatang.

Berdasarkan data yang dilansir dari Stockbit Sekuritas, nilai pembagian dividen ini diperkirakan setara dengan Rp117 per lembar saham. Estimasi tersebut menggunakan asumsi nilai tukar rupiah yang berada di angka Rp17.000 per dolar AS.

Indikasi yield dividen final perseroan terpantau berada pada level 4,6 persen bagi para pemegang saham. Angka ini merujuk pada posisi harga penutupan saham ADRO yang bertengger di level Rp2.510 pada perdagangan Jumat, 24 April 2026.

Emiten di sektor pertambangan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dengan menaikkan Dividend Payout Ratio (DPR) menjadi 100 persen. Kebijakan ini melonjak tajam dibandingkan rasio tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 36 persen.

Sebelum pembagian dividen final ini, perusahaan juga telah mendistribusikan dividen interim kepada para investor. Pada Januari 2026 lalu, pemegang saham telah menerima pembagian keuntungan sebesar Rp145,14 per lembar saham.

Proyeksi kinerja ADRO untuk tahun buku 2026 dipandang sangat positif oleh para analis pasar modal seiring penguatan harga komoditas. Pendapatan perseroan diprediksi mampu tumbuh hingga US$ 2,45 miliar dengan potensi laba bersih mencapai US$ 683 juta.

"Net profit margin perseroan juga diprediksi akan terus membaik hingga menyentuh angka 25,5 persen pada tahun 2028, yang menunjukkan kualitas pertumbuhan laba yang kuat dan berkelanjutan," tulis Phintraco Sekuritas.

Lembaga riset tersebut juga memberikan pandangan optimistis terkait pergerakan harga saham perusahaan di masa depan. Analis melihat adanya potensi pertumbuhan nilai aset yang signifikan dari berbagai lini bisnis perseroan.