PORTALBENGKULU.ID - PT Pusri Palembang, sebagai bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), secara aktif memperkuat program edukasi mengenai teknik pemupukan yang tepat sasaran kepada para petani. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 April 2026, dengan fokus utama mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian nasional.
Inisiatif ini dirancang sebagai strategi jangka panjang perusahaan untuk menjamin keberlanjutan kesuburan lahan pertanian di berbagai wilayah operasional mereka. Pusri menekankan pentingnya penerapan prinsip pemupukan berimbang agar nutrisi tanah tetap terjaga optimal.
Perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia pupuk, tetapi juga berkomitmen penuh dalam memberikan pemahaman mendalam kepada para petani mengenai manfaat pemupukan yang sesuai kebutuhan tanaman. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan.
"Pusri tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada petani agar memahami pentingnya pemupukan berimbang. Dengan penggunaan pupuk yang tepat, diharapkan produktivitas meningkat dan kualitas hasil panen menjadi lebih optimal," ujar Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri.
Untuk mendukung kebutuhan spesifik di lapangan, Pusri menyediakan beragam varian produk pupuk yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman. Informasi mengenai ketersediaan produk ini dilansir dari Detikcom.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah lini produk NPK, termasuk formula populer seperti 15-15-15 dan 17-6-25, serta formula khusus untuk komoditas perkebunan seperti kopi dan kelapa sawit. Pupuk majemuk ini dirancang memiliki unsur hara seimbang.
"Produk ini, juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman, sehingga mampu memperkuat sistem perakaran, meningkatkan hasil panen, serta menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang," lanjut Rustam Effendi.
Setiap unsur hara dalam produk tersebut memiliki fungsi vital, di mana Nitrogen memicu pertumbuhan vegetatif, Phospat mendukung perkembangan akar, dan Kalium berfungsi memperkuat ketahanan tanaman dari serangan penyakit. Hal ini merupakan kunci efektivitas pemupukan.
Secara teknis, aplikasi pemupukan yang disarankan dilakukan secara bertahap, dimulai pada fase 7 hingga 14 hari setelah tanam. Tahap kedua pemupukan dilanjutkan pada fase 25 hingga 30 hari setelah tanam untuk mendukung fase generatif tanaman.