PORTALBENGKULU.ID - Sektor pariwisata di Taiwan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan signifikan di kancah internasional. Berbagai upaya ekspansi pasar secara agresif kini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah setempat demi menarik minat lebih banyak wisatawan mancanegara.

Popularitas wilayah ini bahkan berhasil menembus jajaran lima besar destinasi yang paling banyak dikunjungi di kawasan Asia. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, di mana posisi Taiwan kini menempel ketat kota Seoul di Korea Selatan dan Bangkok di Thailand.

Keberhasilan ini didukung oleh beragam daya tarik mulai dari keindahan alam, wisata kuliner khas, hingga pantai tropis yang menawan. Dilansir dari Travel and Tour World pada Senin (25/5/2026), keragaman destinasi tersebut memberikan pengalaman pelesiran yang unik bagi para pelancong dunia.

Lonjakan kunjungan wisatawan asing tercatat merata di berbagai kota, dengan wilayah Kenting memimpin lewat peningkatan drastis sebesar 112 persen berkat wisata pantai tropisnya. Di sisi lain, wilayah Hualien menyusul dengan kenaikan 85 persen yang mengandalkan pesona alam dari Taman Nasional Taroko Gorge.

Sementara itu, wilayah Taoyuan yang didominasi wisata budaya dan urban mengalami pertumbuhan kunjungan sebesar 39 persen. Untuk mempertahankan momentum ini, pemerintah setempat mulai membidik pasar baru seperti Prancis yang masyarakatnya sangat menyukai aktivitas luar ruangan dan kebudayaan.

Selain menyasar Benua Eropa, strategi promosi kreatif juga diarahkan ke pasar Kanada di Amerika Utara. Salah satu langkah unik yang dilakukan adalah menghias badan kereta Sky Train di kota Vancouver dengan lukisan mural bertema keindahan Taiwan.

"Promosi ini merupakan gelombang kedua yang dirancang untuk menjangkau masyarakat lebih luas serta membuka kesempatan bagi mereka untuk membayangkan sensasi berlibur di Taiwan," ujar Slyvia S.H Lee selaku Director Taiwan Tourism San Francisco Office.

Peningkatan arus kunjungan turis asing ini langsung membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Tingkat okupansi kamar hotel dilaporkan melonjak tajam, seiring dengan meningkatnya keuntungan para operator tur serta tingginya permintaan moda transportasi.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025 lalu Taiwan berhasil menjaring hingga 8,5 juta kunjungan wisatawan asing atau tumbuh sebesar 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ini, target kunjungan dan pendapatan dipatok lebih tinggi demi mengukuhkan posisi wilayah tersebut di panggung pariwisata global.