PORTALBENGKULU.ID - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, membawa kabar duka terbaru. Jumlah korban jiwa dalam tragedi ini dilaporkan bertambah menjadi 17 orang setelah adanya korban yang meninggal di rumah sakit serta hasil temuan tim medis.

Penambahan angka kematian ini salah satunya disebabkan oleh meninggalnya seorang pasien yang sedang menjalani perawatan intensif pada Jumat (8/5/2026). Korban tersebut diketahui bernama Muhamad Fahrul Hubaidi, seorang pria berusia 32 tahun yang berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilansir dari Detikcom.

"Seorang korban atas nama Fahrul Hubaidi telah mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 11.00 WIB ketika masih dalam penanganan medis di RSUD Rupit," ujar Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Fahrul sempat berjuang melawan luka bakar serius yang menutupi hampir 90 persen bagian tubuhnya. Pihak rumah sakit sebenarnya telah merencanakan proses rujukan ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang demi mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Namun, kondisi fisik Fahrul terus mengalami penurunan yang signifikan sehingga prosedur evakuasi menggunakan ambulans tidak memungkinkan untuk dilakukan. Selain karena kematian pasien di rumah sakit, kepastian jumlah 17 korban jiwa ini juga didasarkan pada hasil rekonsiliasi yang dilakukan oleh tim kepolisian.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kantong-kantong jenazah yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah kantong dengan jumlah jasad yang ditemukan di dalamnya.

"Berdasarkan hasil penelusuran mendalam yang dilakukan hari ini, tim kami mendapati adanya 17 bagian tubuh atau jenazah yang tersimpan di dalam 16 kantong jenazah," kata Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Budi Susanto.

Kombes Budi menjelaskan bahwa tim menemukan dua bagian tubuh manusia yang berada dalam posisi saling menempel erat pada satu kantong jenazah. Temuan mengejutkan tersebut berada di area ketiak salah satu jenazah dewasa dan diduga kuat merupakan jasad seorang anak kecil.

"Kami belum dapat memastikan jenis kelamin korban tambahan tersebut karena ukurannya yang kecil dan kondisinya yang rusak, namun diduga kuat itu adalah jasad anak di bawah usia lima tahun," kata Kombes Budi Susanto.