PORTALBENGKULU.ID - Menjelang perayaan Iduladha, penanganan daging kurban yang tepat menjadi hal krusial demi menjaga kesehatan keluarga. Banyak masyarakat yang masih terbiasa langsung mencuci daging kurban yang baru diterima sebelum disimpan di dalam kulkas atau pembeku (freezer).
"Daging yang dipersiapkan untuk penyimpanan jangka panjang wajib berada dalam kondisi kering dan bebas dari paparan air sebelum dimasukkan ke dalam freezer," ujar ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair) yang dilansir dari Detikcom pada Rabu (27/5/2026). Hal ini dikarenakan kondisi basah justru memicu pertumbuhan bakteri merugikan pada daging.
Membasuh daging segar dengan air mengalir dinilai dapat menurunkan kualitas nutrisi dan mempercepat proses pembusukan. Ketika air meresap ke dalam serat daging, kelembapan berlebih yang tercipta mempermudah penyebaran mikroba ke jaringan terdalam.
Proses distribusi daging kurban di lapangan sering kali menghadapi berbagai tantangan sanitasi dan kebersihan. Paparan udara bebas, waktu pengantaran yang lama, hingga pengemasan yang tercampur dengan jeroan meningkatkan risiko kontaminasi kuman pada hewan kurban.
"Tingginya potensi kontaminasi mikroba ini memerlukan pengawasan kebersihan yang sangat krusial guna mengendalikan kondisi fisik komoditas agar tidak membahayakan kesehatan manusia," kata Wahyu Septiani dalam penelitiannya. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya standar higienitas untuk menghindari ancaman bakteri Escherichia coli (E. coli).
Kehadiran bakteri E. coli pada produk daging biasanya menjadi indikator terjadinya kontaminasi kotoran dari sistem pencernaan hewan. Hal ini dipicu oleh penggunaan alat potong yang tidak steril, area pemotongan yang kurang higienis, serta pencampuran daging bersih dengan jeroan.
Meskipun standar penyembelihan telah diatur dalam regulasi pemerintah dan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009, penanganan higienis di dapur tetap menjadi tanggung jawab konsumen. Upaya membilas daging yang tercemar sebelum disimpan justru memicu kontaminasi silang di area wastafel dan peralatan masak.
"Pembilasan secara cepat hanya disarankan saat daging hendak dimasukkan ke dalam wajan atau panci, dan harus segera dimasak pada suhu tinggi agar kuman mati sepenuhnya," kata ahli gizi Unair tersebut. Langkah ini dinilai jauh lebih aman untuk menjaga kualitas nutrisi sekaligus mencegah penyebaran bakteri di area dapur.