PORTALBENGKULU.ID - Sunyinya dini hari di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, seketika berubah menjadi mencekam pada Rabu (20/5/2026). Sebuah insiden kecelakaan beruntun yang tragis merenggut nyawa seorang pejalan kaki perempuan yang saat itu tidak membawa kartu identitas pengenal.
Setelah sempat menyandang label "Mrs X" selama beberapa waktu, misteri identitas jasad wanita tersebut akhirnya berhasil dipecahkan oleh pihak kepolisian. Korban diketahui merupakan seorang warga asal Dusun Krosok, Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang berinisial SW (42).
Keberhasilan ini diperoleh setelah Kepolisian Resort Kota Denpasar melakukan pelacakan mendalam terhadap data kependudukan korban. Dilansir dari Detikcom, petugas kepolisian langsung bergerak cepat menghubungi pihak keluarga begitu data kependudukan korban berhasil dikonfirmasi.
"Korban yang sebelumnya belum diketahui identitasnya saat ini sudah teridentifikasi atas nama SW, usia 42 tahun, asal Tulungagung, Jawa Timur," kata Kepala Sub Unit Laka Polresta Denpasar Ipda Nila Cahyaning Wisnu pada Kamis (21/5/2026).
Peristiwa memilukan ini bermula ketika jarum jam menunjukkan pukul 02.20 Wita di depan Perumahan Kubu Pratama Indah Km 10, Denpasar. Saat itu, SW sedang melangkah menyeberangi jalan raya dari arah barat menuju ke arah timur.
Secara tidak terduga, sebuah kendaraan misterius yang melaju kencang dari arah utara langsung menghantam tubuh korban hingga terpental. Bukannya berhenti untuk menolong, pengemudi pertama tersebut langsung memacu kendaraannya dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Nasib malang SW tidak berhenti di sana, karena sesaat kemudian tubuhnya kembali ditabrak oleh kendaraan kedua yang datang dari arah yang sama. Sama seperti pelaku pertama, pengendara kedua ini juga memilih kabur dan meninggalkan korban yang terkapar di tengah jalan raya.
Tak berselang lama, mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi DK 1275 ACF menjadi kendaraan ketiga yang melindas tubuh korban. Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial INS (55) yang dilaporkan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.
Akibat hantaman bertubi-tubi tersebut, SW dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian karena mengalami cedera yang sangat fatal. Korban menderita patah tulang pada bagian paha, luka robek terbuka di leher, serta pendarahan hebat yang keluar dari telinganya.