PORTALBENGKULU.ID - Belanda terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi liburan paling diminati di kawasan benua Eropa. Sepanjang tahun 2025, negara kincir angin ini sukses menarik perhatian puluhan juta pelancong dari berbagai belahan dunia.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, tercatat sebanyak 52,2 juta wisatawan telah berkunjung ke Belanda selama periode tersebut. Angka kunjungan ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 2 persen jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.
Wilayah Provinsi Noord Holland tampil sebagai magnet utama bagi para pelancong dengan mencatatkan kunjungan hingga 16,3 juta orang. Sektor pariwisata di kawasan utara Belanda ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan data pada tahun 2024.
Selain Noord Holland, Provinsi Flevoland juga memberikan kontribusi dengan menyerap sekitar 958 ribu kunjungan wisatawan. Sementara itu, lonjakan yang cukup impresif terjadi di Provinsi Groningen yang mencatatkan pertumbuhan turis asing hingga mencapai 16,4 persen.
Di tingkat perkotaan, Amsterdam masih memegang takhta sebagai destinasi yang paling digemari oleh para pelancong dunia. Ibu kota Belanda ini sukses mendatangkan sekitar 9,5 juta wisatawan sepanjang tahun 2025 berkat berbagai daya tarik ikoniknya.
Bagi wisatawan asal Indonesia, kota Amsterdam menyajikan pesona liburan yang sudah sangat akrab di telinga dan mata. Kota ini menawarkan deretan bangunan bersejarah berarsitektur klasik yang berjejer rapi serta jaringan kanal indah yang membelah pusat kota.
Selain pemandangan kanal, para pelancong Nusantara juga dimanjakan dengan kehadiran beberapa rumah makan yang menyajikan kuliner khas Indonesia. Tidak hanya itu, aroma kopi yang khas dari kedai-kedai di sepanjang jalur pedestrian turut memperkuat daya tarik kota ini bagi turis dari kawasan Asia.
Kendati sukses mendatangkan jutaan turis, Belanda masih dihadapkan pada tantangan operasional di sektor transportasi udara. Bandara Schiphol di Amsterdam yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di Eropa kini harus berbenah demi kelancaran arus penumpang.
Gangguan teknis pada sistem pemeriksaan paspor otomatis di bandara tersebut kerap memicu terjadinya penumpukan antrean yang panjang. Kendala operasional ini menjadi tantangan penting bagi pengelola bandara agar kualitas pelayanan pariwisata Belanda tetap terjaga secara optimal.