PORTALBENGKULU.ID - Pertemuan strategis antara Kantor Staf Presiden (KSP) dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) telah dilaksanakan untuk mempercepat investasi dan mengatasi kendala pembangunan kawasan industri nasional.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KSP Dudung Abdurachman dan berfokus pada penyelesaian hambatan regulasi dan operasional di lapangan. Agenda ini dilaksanakan guna mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Minat investor untuk masuk ke Indonesia masih tinggi. Yang menjadi perhatian mereka adalah bagaimana proses investasi dapat berjalan lebih cepat, lebih sinkron, dan memiliki kepastian waktu yang jelas. Ini yang kami diskusikan bersama KSP," ujar Ahmad Ma'ruf Maulana, Ketua Umum HKI.
HKI membawa sejumlah persoalan krusial dari berbagai daerah seperti hambatan Proyek Strategis Nasional (PSN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), penyediaan listrik, hingga tumpang tindih tata ruang dengan lahan pertanian.
"Persaingan investasi saat ini tidak lagi hanya antar daerah, tetapi antar negara. Investor membandingkan Indonesia dengan Vietnam, Malaysia, maupun negara lain di kawasan. Karena itu kepastian hukum, kepastian waktu, dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi faktor yang sangat menentukan daya saing investasi nasional," kata Ahmad Ma'ruf Maulana, Ketua Umum HKI.
Pihak HKI menyambut positif respons dari lembaga kepresidenan ini dan berharap hambatan birokrasi dapat segera terurai demi kemajuan industri manufaktur.
"Pertemuan ini memberikan optimisme baru bagi pelaku kawasan industri. Yang dibutuhkan investor saat ini adalah kepastian, kecepatan, dan sinkronisasi kebijakan. Kami melihat komitmen kuat dari KSP untuk membantu penyelesaian berbagai hambatan investasi yang selama ini menjadi kendala di lapangan," kata Ahmad Ma'ruf Maulana, Ketua Umum HKI.
Ma'ruf juga menambahkan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor, kepastian perizinan, dan ketersediaan utilitas menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan global.
"Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Asia. Dengan koordinasi yang kuat, kepastian regulasi, dan percepatan eksekusi di lapangan, kami optimistis investasi akan terus tumbuh, lapangan kerja semakin terbuka, dan target pertumbuhan ekonomi nasional dapat dicapai," ujar Ahmad Ma'ruf Maulana, Ketua Umum HKI.