PORTALBENGKULU.ID - Rapper kenamaan asal Korea Selatan, MC Mong, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah melakukan siaran langsung di media sosial baru-baru ini. Dalam sesi tersebut, musisi yang memiliki nama asli Shin Dong Hyun ini membeberkan sejumlah klaim penting mengenai dinamika industri hiburan serta meluruskan kontroversi lama yang menjeratnya.
Pria kelahiran 4 September 1979 ini secara terbuka membahas kembali peristiwa tahun 2010 saat dirinya dituding sengaja mencabut gigi demi menghindari kewajiban militer. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, MC Mong mengaku merasa terbebani dengan cara dirinya menangani konferensi pers pada masa itu.
"Tindakan tersebut merupakan penyesalan terbesar dalam hidup saya," tutur MC Mong.
Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya tidak bertindak sesuai keinginan pribadi melainkan mengikuti arahan hukum yang kaku. MC Mong merasa kehilangan kesempatan untuk menyuarakan kebenaran versinya sendiri di hadapan publik karena tekanan situasi.
"Hal yang paling saya sesali adalah membaca naskah yang disusun oleh pengacara saya, karena saat itu saya merasa tidak mampu menyampaikan apa yang sebenarnya ingin saya katakan," ungkap MC Mong.
Lebih lanjut, MC Mong menegaskan bahwa dirinya telah mendapatkan dispensasi resmi dari pihak otoritas sebelum isu pencabutan gigi mencuat. Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya, terutama gangguan cakram serviks, telah mengganggu stabilitas tulang belakang dan kondisi fisiknya secara keseluruhan.
"Meskipun Mahkamah Agung telah menyatakan saya tidak bersalah, masyarakat justru lebih mengingat skandal tersebut dibandingkan hasil putusan hukumnya," jelas MC Mong dilansir dari Chosun.com.
Selain membahas masalah pribadi, MC Mong juga menyinggung konflik yang melibatkan grup idola THE BOYZ dan manajemen ONE HUNDRED. Ia menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan grup tersebut untuk hengkang setelah adanya kesepakatan finansial yang cukup besar di awal.
MC Mong mengeklaim bahwa pihaknya bersama Cha Ga Won dari ONE HUNDRED telah menawarkan uang jaminan sebesar 1,5 miliar won untuk setiap anggota. Nilai fantastis tersebut dikabarkan tiga kali lipat lebih tinggi dari penawaran agensi sebelumnya, namun pihak grup tetap memilih pergi dengan alasan transparansi pembayaran.