PORTALBENGKULU.ID - Menjelajahi kekayaan kuliner di berbagai belahan dunia merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Namun, di balik kelezatan hidangan, tersimpan aturan dan norma etiket makan setempat yang wajib dipahami wisatawan. Memahami kaidah ini adalah kunci agar perjalanan kuliner berjalan lancar tanpa menyinggung tuan rumah.

Tindakan yang dianggap biasa di satu negara bisa jadi merupakan pelanggaran etiket serius di negara lain. Hal-hal kecil yang terkesan sepele nyatanya dapat memberikan dampak besar pada persepsi orang lain terhadap kita. Untuk membantu para pelancong, berikut adalah beberapa etiket makan unik dari berbagai destinasi populer, sebagaimana dilansir dari AOL dan dikutip dari Detik Food.

Salah satu pantangan utama di Jepang terkait penggunaan sumpit adalah menancapkannya secara tegak lurus di dalam mangkuk nasi. Praktik ini memiliki konotasi yang sangat erat kaitannya dengan ritual pemakaman dan kesan duka dalam budaya mereka. Selain itu, memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit juga sebaiknya dihindari karena memiliki makna serupa.

Jika Anda berniat berbagi hidangan di Jepang, solusi yang lebih baik adalah menggunakan piring kecil sebagai wadah perantara. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap tradisi lokal dan menghindari asosiasi negatif yang melekat pada tradisi tertentu. Tujuannya adalah menjaga kesopanan saat menikmati santapan bersama.

Beralih ke Italia, kebiasaan minum kopi memiliki batasan waktu yang cukup tegas, terutama untuk minuman berbasis susu. Minuman seperti cappuccino umumnya hanya dinikmati saat sarapan pagi oleh penduduk lokal. Memesan minuman ini setelah makan siang atau malam hari sering dianggap tidak lazim oleh masyarakat Italia.

Penduduk lokal Italia cenderung memilih espresso sebagai penutup setelah menyantap hidangan utama. Espresso dianggap lebih ringan dan sesuai sebagai penutup santapan besar, berbeda dengan cappuccino yang kaya akan susu. Kebiasaan ini menunjukkan bagaimana budaya lokal mengatur waktu konsumsi minuman tertentu.

Di Thailand, fungsi garpu berbeda jauh dengan fungsinya di banyak negara Barat. Garpu di sana hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mendorong makanan ke sendok, bukan sebagai alat untuk menyuap langsung ke mulut. Sendok adalah instrumen utama yang digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut saat bersantap.

Sementara itu, etiket di Korea Selatan sangat menekankan pada kebersamaan dan penghormatan timbal balik antar individu. Salah satu aturan mendasarnya adalah larangan menuang minuman untuk diri sendiri saat berkumpul. Setiap orang diharapkan bertindak proaktif menuangkan minuman untuk orang lain di meja makan.

"Setiap individu diharapkan menuangkan minuman untuk orang lain di meja," mengenai etiket minum di Korea Selatan, sebagaimana dikutip dari Detik Food.