PORTALBENGKULU.ID - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini tengah memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak menyusul adanya laporan kematian puluhan ekor sapi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan keamanan pasokan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha mendatang.
Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (21/5/2026), akumulasi kasus kematian ternak di wilayah Bumi Handayani tersebut kini telah mencapai 21 ekor sapi. Informasi penambahan kasus ini pertama kali terdeteksi sejak awal tahun dan terus meluas ke beberapa wilayah kapanewon, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Untuk bulan Februari-Mei, hasil uji sapi mati positif PMK ada 15 ekor," kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti.
Lonjakan kasus kematian sebanyak 15 ekor tersebut tersebar di lima wilayah kapanewon yang berbeda di Gunungkidul. Penyebaran ini menandakan bahwa penularan virus PMK masih aktif terjadi di kantong-kantong peternakan warga.
"Yang 15 ekor itu sebarannya di Ngawen, Semin, Rongkop, Ponjong dan Playen," ujar Retno Widyastuti.
Sebagai langkah cepat penanggulangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul terus menggenjot program vaksinasi massal. Upaya pencegahan ini difokuskan pada wilayah-wilayah rawan guna membentuk kekebalan kelompok pada hewan ternak.
"Vaksinasi jalan terus dari awal tahun sampai saat ini, untuk dosisnya saat ini sudah menyentuh 7.210 dosis," ucap Retno Widyastuti.
Meskipun ada temuan kasus PMK, pemerintah daerah memberikan jaminan bahwa pasokan sapi untuk kebutuhan luar daerah menjelang Iduladha tetap aman. Setiap hewan ternak yang keluar dari Gunungkidul wajib melalui pemeriksaan ketat dan mengantongi dokumen resmi.
"Ada SKKHnya untuk ternak yang resmi keluar dari Gunungkidul, jadi kondisinya sudah bisa dipastikan," kata Retno Widyastuti.