PORTALBENGKULU.ID - PSIM Yogyakarta bersiap menutup rangkaian laga kandang musim ini dengan cara yang istimewa. Klub berjuluk Laskar Mataram ini akan menjamu Madura United dalam lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB ini tidak hanya menyajikan duel lapangan hijau. Manajemen telah menyiapkan pertunjukan seni bertajuk 'Harmoni Budaya di Lapangan Hijau' untuk menghibur para penonton yang hadir secara langsung.

Antusiasme publik Yogyakarta menyambut laga ini tergolong sangat besar. Dilansir dari Bola, pihak manajemen klub mengonfirmasi bahwa seluruh tiket pertandingan telah habis dipesan oleh para suporter jauh sebelum hari pelaksanaan dimulai.

Lonjakan penonton terlihat sangat signifikan dengan total 8.500 lembar tiket yang ludes terjual. Angka ini meningkat drastis jika dibandingkan dengan laga-laga kandang sebelumnya yang rata-rata hanya mencatatkan angka penjualan di bawah 2.000 lembar.

"Puji syukur atas antusiasme yang luar biasa menjelang laga kandang ini, di mana 8.500 tiket yang kami rilis sudah habis terjual, dan dukungan penuh di SSA besok diharapkan menjadi tambahan semangat bagi tim," ujar Irza Triamanda.

Panitia penyelenggara turut memberikan perhatian khusus pada aspek ketertiban selama jalannya pertandingan terakhir di markas mereka. Para suporter diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif, baik di dalam area stadion maupun di lingkungan sekitarnya.

"Kami mengimbau kepada rekan-rekan suporter yang hadir untuk senantiasa menjaga ketertiban, menaati aturan pertandingan, serta menjaga nama baik Yogyakarta dengan sikap saling percaya," kata Irza Triamanda.

Hiburan tradisional yang telah disiapkan akan dipentaskan tepat pada saat jeda paruh waktu pertandingan. Penonton akan disuguhi Tari Bang Ceng Ceng karya Anter Asmorotedjo yang dipadukan dengan iringan musik acapella Mataraman dari kelompok Pardiman Omah Cangkem.

"Manajemen sengaja merancang acara tambahan berupa pertunjukan tari tersebut sebagai bentuk perayaan untuk menutup laga kandang musim ini dengan meriah di Stadion Sultan Agung," jelas Irza Triamanda.