PORTALBENGKULU.ID - Universal Music Group NV, salah satu perusahaan hiburan musik terbesar di dunia, dilaporkan sedang menjalin komunikasi intensif dengan para investor. Pembicaraan ini dilakukan menjelang kemungkinan besar perusahaan akan menerbitkan obligasi dalam dua tahap dengan total nilai mencapai €1 miliar, atau setara dengan sekitar Rp20 triliun.
Keputusan ini muncul setelah perusahaan mengambil langkah strategis untuk menolak tawaran akuisisi yang sebelumnya diajukan oleh miliarder ternama dari dunia hedge fund, Bill Ackman. Langkah penerbitan obligasi ini menandai babak baru dalam manajemen keuangan UMG.
Perusahaan hiburan musik global ini memiliki pijakan keuangan yang cukup solid, dibuktikan dengan peringkat investasi yang mereka pegang. Menurut lembaga pemeringkat, UMG memiliki peringkat Baa1 dari Moody's Ratings serta BBB+ dari S&P Global Ratings.
Tujuan utama dari penarikan dana melalui pasar obligasi ini adalah untuk membiayai kembali utang yang sudah ada dan sekaligus mendanai kebutuhan operasional korporasi secara umum. Hal ini disampaikan oleh sebuah sumber yang memiliki informasi langsung mengenai masalah tersebut namun meminta identitasnya dirahasiakan.
"Perusahaan memasuki pasar obligasi untuk membiayai kembali utang yang ada serta mendanai kebutuhan korporasi secara umum," ujar salah satu sumber yang mengetahui masalah ini dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Secara spesifik, Universal Music saat ini memiliki kewajiban finansial yang perlu segera diatasi. Mereka memiliki pinjaman jangka pendek atau bridge loan senilai €1 miliar yang telah diatur pada awal tahun ini dan dijadwalkan jatuh tempo pada akhir bulan Juli mendatang.
Selain itu, perusahaan juga perlu mengantisipasi jatuh tempo obligasi lain yang telah diterbitkan sebelumnya. Obligasi tersebut memiliki nilai nominal €500 juta dan dijadwalkan berakhir pada tahun 2027, sebagaimana tercatat dalam data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Rencana penawaran obligasi yang disiapkan perusahaan ini akan dibagi menjadi dua bagian atau tranche. Kedua tranche tersebut mencakup tenor empat tahun dan tenor 10 tahun, dengan masing-masing bagian diperkirakan memiliki nilai sekitar €500 juta.
Dilansir dari Bloomberg, penawaran obligasi tersebut mencakup tranche bertenor empat tahun dan tranche bertenor 10 tahun, masing-masing dengan nilai yang diperkirakan mencapai €500 juta, menurut sumber tersebut.