PORTALBENGKULU.ID - Mentari pagi menyinari pesisir Pantai Cacalan, Banyuwangi, saat gelombang wisatawan mulai memadati area konservasi mangrove pada pertengahan Mei 2026. Destinasi yang terletak di Lingkungan Sukowidi Klatak, Kecamatan Kalipuro ini, menawarkan pengalaman unik menyusuri hutan bakau menggunakan perahu kano yang menenangkan.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (16/5/2026), daya tarik utama tempat ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kedekatan dengan alam secara langsung. Para wisatawan, terutama kalangan anak-anak sekolah, terlihat sangat antusias mendayung kano melewati celah pepohonan mangrove yang rimbun di area tersebut.
Dengan didampingi oleh orang tua dan guru, anak-anak belajar menyeimbangkan perahu di atas air yang tenang dan dangkal. Pantai Cacalan sendiri merupakan satu-satunya destinasi di wilayah Banyuwangi yang menawarkan fasilitas susur hutan mangrove dengan kano secara khusus bagi para pelancong.
"Berani dong, ini airnya dangkal kok. Seru banget mendayung sendiri, gak berat kok. Pokoknya kalau libur pasti ngajak ke sini," terang Diana, salah satu pengunjung cilik berusia enam tahun yang mengaku sudah berulang kali datang ke lokasi ini.
Pengalaman serupa dirasakan oleh pengunjung anak lainnya yang mencoba mengendalikan kemudi di jalur yang cukup sempit. Meskipun harus ekstra hati-hati saat mengayuh dayung yang panjang, keceriaan tetap terpancar dari wajah para petualang cilik tersebut sepanjang lintasan.
"Iya, susah soalnya kan dayungnya panjang jadi harus pelan-pelan mendayungnya itu. Seru banget, perahunya aman kok, nabraknya pelan gak bahaya," kata Rangga yang terlihat fokus mengemudikan kanonya di antara jajaran pohon mangrove.
Dinamika Internal Real Madrid: Florentino Perez Panggil Kylian Mbappe Usai Ketegangan Meningkat
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Cacalan, Choiri, menyebutkan bahwa fasilitas kano memang menjadi magnet utama yang menarik ratusan orang setiap pekannya. Saat ini, pihak pengelola telah menyediakan 11 unit perahu kano yang dapat disewa oleh masyarakat umum dengan biaya hanya Rp 10 ribu per unitnya.
"Kalau akhir pekan apalagi libur panjang begini ya banyak, sampai 700-800 pengunjung," ungkap Choiri saat menjelaskan tingginya minat wisatawan yang memadati kawasan pantai tersebut.
Keberadaan wisata ini memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, di mana sekitar 50 warga sekitar menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pantai ini. Selain bermain kano, pengunjung juga memiliki opsi hiburan lain seperti menunggang kuda atau sekadar menikmati suasana pesisir yang asri.