PORTALBENGKULU.ID - Suasana menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Provinsi Lampung terasa kian hangat dengan hadirnya kepedulian dari istana negara. Masyarakat di berbagai penjuru Bumi Ruwa Jurai bersiap menyambut pembagian hewan kurban yang istimewa pada tahun ini.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyiapkan 16 ekor sapi kurban berukuran jumbo untuk disebarkan secara merata di wilayah tersebut. Kabar mengenai penyaluran bantuan kemasyarakatan ini dilansir dari Detikcom pada akhir Mei 2026.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten dan kota masing-masing akan menerima satu ekor sapi. Langkah ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah dapat merasakan berkah kurban secara adil.
"Jumlah bantuan ini tetap sama dengan tahun sebelumnya, di mana tiap kabupaten, kota, serta pemerintah provinsi masing-masing memperoleh satu ekor sapi kurban dari Presiden," kata Lili Mawarti.
Perjalanan belasan sapi kurban ini hingga terpilih tidaklah mudah karena harus melewati proses seleksi yang sangat ketat. Dari total 34 ekor sapi yang diusulkan oleh para peternak lokal, tim penilai menyaringnya berdasarkan aspek administrasi, kesehatan, hingga performa fisik.
"Semua sapi yang lolos seleksi ini dipelihara oleh peternak lokal di Lampung dan telah memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan oleh pemerintah pusat," ujar Lili Mawarti.
Hewan-hewan kurban pilihan ini memiliki bobot yang luar biasa, yakni berkisar antara 900 kilogram hingga mencapai 1,3 ton. Salah satu primadona kurban tahun ini adalah sapi jenis Limosin seberat 1.124 kilogram milik seorang peternak bernama Ashari asal Kota Metro.
Saat ini, pemerintah daerah telah mulai mendistribusikan sapi-sapi berukuran raksasa tersebut ke sejumlah masjid yang telah ditunjuk. Masjid-masjid ini nantinya akan bertanggung jawab penuh dalam proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada warga yang berhak.
Di sisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung juga tidak mau kecolongan terkait aspek kesehatan. Mereka memperketat pemeriksaan fisik hewan kurban serta memantau ketat lalu lintas ternak demi mencegah penyebaran penyakit menular.