PORTALBENGKULU.ID - Perusahaan bioteknologi asal Hangzhou, Sciwind Biosciences Co., kini tengah serius menjajaki peluang ekspansi internasional untuk produk obat penurun berat badan andalannya, ecnoglutide. Pembicaraan ini meningkat pesat setelah hasil uji klinis terbaru yang sangat menjanjikan.

Langkah ini didorong oleh perbandingan data klinis yang menunjukkan bahwa terapi ecnoglutide mampu membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan lebih banyak dibandingkan dengan Wegovy, produk andalan Novo Nordisk. Sciwind berupaya memanfaatkan momentum positif ini untuk memasuki pasar farmasi dunia.

Chief Executive Officer Sciwind, Hai Pan, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang berupaya keras untuk mencapai kesepakatan di berbagai wilayah. Pihaknya menargetkan pasar-pasar utama di negara-negara Barat serta kawasan pasar negara berkembang yang menunjukkan potensi pertumbuhan komersial tinggi.

"Sciwind sedang mengupayakan perjanjian di pasar-pasar utama Barat maupun pasar negara berkembang yang tumbuh pesat guna memaksimalkan potensi komersial obat tersebut," ujar Chief Executive Officer Hai Pan dalam sebuah wawancara eksklusif.

Saat ini, obat ecnoglutide baru tersedia secara eksklusif di pasar Tiongkok. Di sana, Pfizer telah mengakuisisi hak pemasaran lokal untuk obat tersebut melalui sebuah kesepakatan bernilai fantastis, mencapai total US$495 juta.

Perlu dicatat bahwa kesepakatan Pfizer dengan Sciwind tersebut secara spesifik hanya mencakup wilayah Tiongkok. Hal ini menyisakan keleluasaan bagi Sciwind untuk secara independen menegosiasikan kemitraan strategis di kancah internasional.

Data klinis terbaru menjadi kunci utama yang diperkirakan akan memperkuat posisi negosiasi Sciwind di panggung global. Dalam studi tahap menengah yang dilakukan di Tiongkok, ecnoglutide berhasil mencatatkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 12,8%.

Angka tersebut secara substansial lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima semaglutide—bahan aktif dalam Ozempic dan Wegovy—yang hanya mencatatkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 9,5%. Ini adalah kali pertama hasil uji coba langsung menguatkan klaim Sciwind bahwa ecnoglutide berpotensi mengungguli semaglutide.

Dilansir dari Bloomberg, fokus utama Sciwind saat ini adalah bagaimana menerjemahkan keunggulan efikasi yang terbukti ini menjadi kemitraan distribusi dan pemasaran yang solid di luar Tiongkok.