PORTALBENGKULU.ID - Situasi keamanan di Bandara Avalon, Melbourne, Australia sempat menegang setelah ditemukannya sebuah benda mencurigakan pada Kamis (21/05/2026) pagi. Penemuan di area pemeriksaan keamanan tersebut memaksa otoritas setempat mengevakuasi terminal domestik demi keselamatan publik.
Dilansir dari Detikcom, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku di lokasi kejadian. Tim penjinak bom Kepolisian Victoria bahkan mengerahkan robot khusus untuk menyelidiki benda misterius tersebut sebelum akhirnya situasi dinyatakan aman pada pukul 10.30 pagi.
"Terminal domestik di Bandara Avalon Melbourne kini telah dibuka kembali dan operasional telah dilanjutkan," kata seorang juru bicara bandara.
Pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap benda yang ditemukan di area pemeriksaan keamanan tersebut. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan yang membahayakan aktivitas penerbangan.
"Kepolisian Victoria telah menyatakan bahwa benda tersebut tidak lagi dianggap berisiko," kata seorang juru bicara kepolisian.
Sementara itu, perkembangan situasi di belahan dunia lain menunjukkan ketegangan diplomatik yang meningkat di wilayah Laut Mediterania. Kondisi memanas menyusul tindakan menteri sayap kanan Israel yang mengunggah video ejekan terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan sejak awal pekan.
"Perlakuan terhadap para aktivis armada Global Sumud, di antaranya warga negara Uni Eropa, sangat merendahkan dan salah," kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.
Di sisi lain, perkembangan terbaru dilaporkan terjadi dalam hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara dikabarkan tengah terlibat dalam negosiasi perdamaian yang krusial untuk mencegah meluasnya konflik bersenjata.
"Kami akan mencapai kesepakatan, atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit tidak menyenangkan. Tapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi," kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.